Kerja Saat Sakit Bikin Produktivitas Berkurang

Hubungan antara sakit dan produktivitas ini diteliti oleh Gary John dan timnya di Concordia University. Mereka menyebut orang yang nekat bekerja saat sakit sebagai presenteeism. Orang seperti ini merasa posisinya akan “terancam” jika tidak masuk kantor apalagi jika sakit tersebut memerlukan waktu rehat yang agak lama. Atau, bisa juga, dia merasa rekan satu timnya bakal kecewa jika harus izin dari bekerja.
Padahal, baik izin atau tetap masuk saat sakit, sama-sama membawa kerugian bagi perusahaan. Jika Anda memaksakan diri bekerja, sakit itu pun bisa bertambah parah atau perlu kesembuhan lebih lama lagi. Maka, sebaiknya istirahatkan fisik saat sakit dan kembali bekerja ketika sudah sehat.
Menurut John, sudah saatnya perusahaan tidak hanya melihat kerugian dari sisi biaya saja dari karyawan yang absen karena sakit. Justru ketika karyawan sakit nekat dipekerjakan, maka dampak kerugian malah semakin besar.
“Karena memperkirakan absenteeism lebih mudah daripada menghitung dampak presenteeism,” kata John yang penelitiannya dipublikasikan Journal of Occupational Health Psychology. (hlt/wan)

Kerja Saat Sakit Bikin Produktivitas Berkurang
kesehatan, utama . Dapatkan AKURNEWS versi HP di http://news.akur.asia.
Follow @akurnews
kesehatan, utama . Dapatkan AKURNEWS versi HP di http://news.akur.asia.
Follow @akurnews
Apa komentar anda?